Selasa, 22 Oktober 2013

MODEL KEKUATAN KOMPETITIF



MAKALAH
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
“MODEL KEKUATAN KOMPETITIF”


                                                                                                           








DISUSUN OLEH :
NAMA   : ZUHAIRI
PRODI   : MANAJEMEN LOGISTIK
NIM       : 201213010


POLITEKNIK KELAPA SAWIT CITRA WIDYA EDUKASI
Jl.Raya Setu Gg. Gapura No 8 Rawa Banteng Cibuntu, Cibitung
Bekasi – Jawa Barat


KATA PENGANTAR
assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. alhamdulillahirabbilalamin. Segala puji bagi Allah yang telah menolong saya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan-NYA mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta yakni Nabi Muhammad SAW.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang “MODEL KEKUATAN KOMPETITIF”, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Makalah ini memuat tentang
“MODEL KEKUATAN KOMPETITIF”yang sangat diperlukan dalam dalam pembuatan karya ilmiah. Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada dosen system informasi logistic  yang telah membimbing penyusun agar dapat mengerti tentang bagaimana cara kami menyusun karya tulis ilmiah
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya.Terima kasih
.
18 oktober 2013
      penyusun


ZUHAIRI


HALAMAN JUDUL.................................................................................................... i
KATA PENGANTAR................................................................................................. ii
DAFTAR ISI................................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................ 1
1.1  Sistem Informasi Dan Strategi Bisnis....................................................................... 1
1.2  Produk dan Jasa Sistem Informasi............................................................................ 2
1.3  Strategi Level-Perusahaan Dan Teknologi Informasi............................................... 2
1.4  Model Lima Kekuatan Porter................................................................................... 3
1.5  Ekosistem Bisnis....................................................................................................... 3
1.6  Tantangan Manajemen.............................................................................................. 4
1.7  Pedoman Penyelesaian Melakukan Analisis Sistem Strategis.................................. 4
BAB II PEMBAHASAN.............................................................................................. 5
2.1 Sejarah Mi Instan...................................................................................................... 5
2.2 Pesaing Baru Mi Instan............................................................................................. 5
2.3 Pemasok.................................................................................................................... 6
2.4 Pelanggan.................................................................................................................. 6
2.5 Produk Pengganti..................................................................................................... 6
2.6 Pasar Tradisional....................................................................................................... 7
2.7 Lima Ancaman Perusahaan Yang Membuat Produk Mati....................................... 8
2.7.1 Ancaman Produsen Baru (New Entrants)...................................................... 8
2.7.2 Ancaman Produk Pengganti (Subtitute)......................................................... 8
2.7.3 Ancaman Pemasok (Supplier)......................................................................... 9
2.7.4 Ancaman Pembeli (Buyer).............................................................................. 9
2.7.5 Persaingan Antar Perusahaan (Rivalry Among Existing Firm)....................... 10
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 kesimpulan................................................................................................................ 11
3.2 Saran......................................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA




BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Sistem Informasi Dan Strategi Bisnis
            Sistem informasi strategis, sistem komputer yang digunakan level organisasi untuk mengubah sasaran, pengoperasian, produk, jasa, atau relasi lingkungan untuk membantu organisai meraih keunggulan kompetitif. Keputusan strategi bisnis dari perusahaan tergantung pada:
  • Produk dan jasa yang dhasilkan perusahaan
  • Industri di mana perusahaan bersaing
  • Pesaing, pemasok, dan pelanggan dari perusahaan
  • Tujuan jangka panjang dari perusahaan
Model Rantai Nilai Strategi yang paling umum untuk level ini adalah:
  1. menjadi penghasil produk dengan biaya produksi yang rendah
  2. mendiferensiasikan produk dan jasa
  3. mengubah lingkup persaingan baik dengan cara memperluas pasar sampai ke pasar global maupun dengan mempersempit pasar.
            Model rantai nilai, model yang memberi perhatian pada aktivitas primer dan pendukung yang menambah nilai bagi produk dan jasa perusahaan di mana sistem informasi paling baik diterapkan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Aktivitas primer yaituaktivitas yang langsung berhubungan dengan produksi dan distribusi produk perusahaan atau jasa. Sedangkan aktivitas pendukung adalah aktivitas yang memungkinkan pelaksanaan aktivitas primer. Terdiri dari infrastruktur organisasi, sumber daya manusia, teknologi, dan pengadaan.
Nilai web mengacu ke jaringan pelanggan-terkendali pada perusahaan yang memanfaatkan teknologi informasi untuk mengkoordinasikan rantai nilainya agar secara kolektif menghasilkan produk atau jasa kepada pasar.

1.2 Produk dan Jasa Sistem Informasi
System yang menciptakan diferensiasi produk:
  • Perusahaan dapat menggunakan IT untuk mengembangkan produk-produk berbeda.
  • Menciptakan loyalitas merek dengan mengembangkan produk yang unik dan baru dan jasa
  • Produk dan jasa tidak mudah diduplikasi oleh pesaing. Contohnya, Dell Corporation.

            Sistem yang Mendukung Ceruk Pasar Analisis intensif menggunakan data pelanggan untuk mendukung cara-cara baru menghubungi dan melayani pelanggan yang memungkinkan untuk mengembangkan ceruk pasar baru untuk produk atau jasa khusus. Contohnya, program frequent guest Hotel Wyndam

Supply Chain Management dan Sistem Respon Pelanggan Efisien
            Sistem yang menghubungkan rantai nilai perusahaan ke rantai nilai pemasok dan konsumen. System yang secara langsung menghubungkan kembali perilaku konsumen ke distributor, produksi, dan supply chain. Contoh: Wal-Mart menghubungkan langsung pembelian pelanggan ke pemasok hampir saat itu juga. pekerjaan pemasok adalah untuk memastikan produk yang dikirim ke toko untuk menggantikan produk yang dibeli.
            IT pada level organisasi digunakan untuk menghindari beralihnya konsumen ke pemasok lain dan mengikat mereka pada perusahaan. Biaya penggantian adalah biaya yang dikeluarkan oleh pelanggan atau perusahaan untuk waktu dan sumber daya yang terbuang sewaktu berganti dari satu pemasok atau ke sistem pemasok atau sistem pesaing. Contohnya, Baxter International.
1.3 Strategi Level-Perusahaan Dan Teknologi Informasi
            Memperluas kompetensi inti, kegiatan di mana perusahaan unggul sebagai pemimpin kelas dunia. Sistem informasi mendorong berbagi pengetahuan di seluruh unit bisnis dan karenanya perusahaan meningkatkan kompetensi.
            Strategi level-industri dan Sistem Informasi: kekuatan-kekuatan kompetitif dan perekonomian jaringan. Perusahaan beroperasi di lingkungan lebih besar yang terdiri dari perusahaan lain, pemerintah, dan bangsa. Kemitraan informasi, aliansi kerjasama yang dilakukan oleh dua atau lebih perusahaan yang bertujuan berbagi informasi untuk memperoleh keuntungan strategis. Membantu perusahaan mendapatkan akses ke pelanggan baru, menciptakan peluang-peluang baru untuk cross-selling dan penargetan produk.
1.4 Model Lima Kekuatan Porter
            Dalam lingkungan yang lebih besar, terdapat lima kekuatan utama atau ancaman:
  1. Pasar baru pendatang
  2. Produk dan jasa pengganti
  3. Pemasok
  4. Pelanggan
  5. Perusahaan lain yang bersaing secara langsung
            Model kekuatan kompetitif, model yang digunakna untuk menjelaskan interaksi dari pengaruh-pengaruh eksternal, ancaman-ancaman khusus dan peluang-peluang, yang mempengaruhi strategi dan kemampuan organisasi dalam bersaing. Teknologi internet telah mempengaruhi struktur industri dengan
  • Memberikan teknologi yang mempermudah para pesaing untuk berkompetisi dalam hal harga dan para pemain baru pada pasar.
  • Meingkatkan informasi yang tersedia bagi pelanggan dalm hal harga sehingga meningkatkan bargaining powernya.
  • Menurunkan kekuatan pemasok
  • Barang-barang substitusi

1.5 Ekosistem Bisnis
            IT memainkan peran yang kuat dalam menciptakan bentuk-bentuk baru produk ekosistem bisnis. Ekosistem bisnis adalah jaringan pemasok, distributor, perusahaan outsourcing, perusahaan jasa transportasi, dan teknologi manufaktur yang saling berkaitan. Sebagai contoh, Microsoft: 1 milyar PC di seluruh dunia dan ratusan ribu bisnis bergantung pada platform Microsoft. EBay: Jutaan orang dan ribuan perusahaan bisnis menggunakan platform ini. Wal-Mart: Enterprise sistem yang digunakan oleh pemasok untuk meningkatkan efisiensi
            Produk dan layanan IT menunjukkan efek jaringan yang kuat dan berpotensi menciptakan situasi "winner take all". Jaringan menyebabkan biaya yang dikeluarkan untuk menambah partisipan lainnya nol atau sedikit, sebaliknya keuntungan yang diperoleh bisa semakin besar. Bertentangan dengan hukum penurunan laba pada produk industri dan pertanian. Contohnya, Nilai dari Internet tumbuh secara eksponensial dengan kenaikan linier pengguna. Karena perangkat lunak tertentu dapat menjadi standar (seperti sistem operasi Windows atau Windows Office), orang bisa terkunci ke dalam standar dan nilai Windows tumbuh karena semakin banyak orang yang menggunakannya.
            Strategi yang bagus, menggunakan IT untuk membangun produk dan jasa yang menyebabkan efek jaringan. Peluang manajemen, Perusahaan menghadapi perkembangan IT berbasis peluang untuk mendapatkan keunggulan strategis.

1.6 Tantangan Manajemen
  • Beberapa perusahaan menghadapi rintangan besar dalam menerapkan sistem kontemporer.
  • Setelah keuntungan tercapai, ada kesulitan dalam mempertahankan keunggulan.
  • Organisasi sering tidak dapat berubah untuk mengakomodasi teknologi baru dengan cukup cepat

1.7 Pedoman Penyelesaian melakukan analisis sistem strategis
  • Memahami struktur dan dinamika persaingan industri dimana perusahaan beroperasi.
  • Memahami rantai nilai bisnis, perusahaan, dan industri
  • Mempertimbangkan bagaimana perusahaan dapat mengelola "peralihan strategis" sebagai usaha untuk menerapkan sistem yang memberikan keunggulan kompetitif.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Mi Instan          
            Mi instan adalah mi yang sudah dimasak terlebih dahulu dan dicampur dengan minyak, dan bisa dipersiapkan untuk konsumsi hanya dengan menambahkan air panas dan bumbu - bumbu yang sudah ada dalam paketnya.
            Mi instan diciptakan oleh Momofuku Ando pada 1958, yang kemudian mendirikan perusahaan Nissin dan memproduksi produk mi instan pertama di dunia Chicken Ramen (ramen adalah sejenis mi Jepang) rasa ayam. Peristiwa penting lainnya terjadi pada 1971 ketika Nissin memperkenalkan mi dalam gelas bermerek Cup Noodle. Kemasan mi adalah wadah styrofoam tahan air yang bisa digunakan untuk memasak mi tersebut. Inovasi berikutnya termasuk menambahkan sayuran kering ke gelas, melengkapi hidangan mi tersebut. Menurut sebuah survei Jepang pada tahun 2000, mi instan adalah ciptaan terbaik Jepang abad ke-20, (Karaoke di urutan kedua dan CD hanya di urutan ketiga). Hingga 2002, setidaknya ada 55 juta porsi mi instan dikonsumsi setiap tahunnya di seluruh dunia.
            Mi instan di Indonesia pertama kali diperkenalkan oleh PT Sanmaru Foods Manufacturing Indonesia Ltd. yang berdiri pada tahun 1968. Dua tahun kemudian, 9 September 1970, diluncurkanlah merek mi instan pertama di Indonesia, Indomie.
            Mi instan merupakan salah satu makanan terfavorit warga Indonesia. Bisa dipastikan hampir setiap orang telah mencicipi mi instan atau mempunyai persediaan mi instan di rumah. Bahkan tidak jarang orang membawa mi instan saat ke luar negeri sebagai persediaan "makanan lokal" jika makanan di luar negeri tidak sesuai selera.

2.2 Pesaing Baru Mi Instan
            Kehadiran produk baru dari line up produk menambah membuat persaingan mie instan cup semakin memanas. Selama ini sudah melekat dalam benak masyarakat produk mie instan cup dari Indofood yaitu pop mie. Beberapa tahun belakangan pop mie mengusai pasar mie instan cup seiring dengan gencarnya iklan dan promosi yang mereka buat melalui berbagai median dan berbagai strategi. Popmie juga terus berusaha mempertahankan dominasinya dengan melakukan inovasi dan diferensiasi produk popmie. Pop mie tersedia dalam berbagai rasa.  popmie juga mempunyai produk turunan berupa pop mini yang membuat popmie semakin menguasai rak ritel.

            Munculnya mie sedap cup jelas menjadi ancaman bagi kami. Selama ini indomie juga sudah menjadi pesaing tangguh bagi kekuasaan indomie di pasar mie instan. Mie sedap cup tampil dengan iklan yang begitu menggigit dengan dibintangi oleh raditya dika, iklannya memunculkan mengapdate rasa dengan mie sedap cup. Kalau menilik juga iklan pop menurut saya kalah telak dari iklan mie sedap cup.


2.3 PEMASOK

            Pemasok / supplier pada produksi mie instan yang utama adalah tepung terigu, kami mengambil terigu yang bermerk bogasari, dan bahan pendukung untuk pembuatan mie instan yaitu telur, mentega, minyak nabati dan lain-lain.    


2.4 PELANGGAN
           
             Pelanggan  mie instan biasanya market contohnya: alfamart, indomart, mini market
Sekilgus pasar tradisional yang ada di pasar-pasar di Indonesia. Kami memasarkan produk kami dengan distributor . distributor tersebut akan memasarkan kepada pelanggan kami, kami tidak hanya pada pasar market tetapi jga memasarkan kepada pedagang mie di pinggir-pinggir jalan, warteg, warung bakso, warung dan took-toko.

2.5 Produk Pengganti
           
            Dibalik rayuan sedap iklan Mie instant siapapun pasti tak banyak yang tahu puluhan zat kimia berbahaya terkandung di mie tersebut. Baik mie instant kuah maupun mie instant goreng dengan slogan Mie nikmat dan mie rasa sedap semua pasti ingin mengincipinya, tapi banyak orang begitu selesai makan mie instant tubuhnya bereaksi merasakan leher kering, perut perih, mual dan pusing hal tersebut adalah contoh gangguan pencernakan akibat mie instant. Masih banyak dampak negatif lain akibat mie instant yang telah diteliti banyak ahli sejak tahun 1997.
            Saat ini erdapat Mie sehat Mie sayur organik/Biomie,terbuat dari tepung, telur dan sayuran organik, dibuat dengan proses perebusan berulang ulang dengan masa kadaluarsa hanya 6 bulan. Dijamin produk Mie sayur organik adalah mie sayur terbaik yang didistribusikan ke seluruh penjuru nusantara.Dijamin 100 % Halal, TANPA Pewarna, pengawet ataupun bahan kimia yang lain.
2.6 Pasar Tradisional
            Pesaing tradisional mi instan adalah penjual makanan ringan seperti penjual bakso, mie ayam, dan mie-mie lain yang bisa dibuat oleh pedagang tersebut, dan bisa sebagai persaingan dengan produk yang kami buat.
Pesaing baru
(Mie yang menggunakan cup)

Produk pengganti
(membuat mie organik)
 




Pelanggan
( indomaret,alfamart,pasar tradisional)
Pemasok
( bogasari, simas, telur,dll)
                                                                                            
PT.ZUHAIRI
MI INSTAN



Pesaing tradisional
Tukang bakso,mie ayam
 











2.7 Lima Ancaman Perusahan Yang Membuat Produk Mati
          2.7.1 Ancaman Produsen baru (new entrants)

            Produsen baru (new entrants) dapat membahayakan perusahaan-perusahaan yang telah ada, hal ini dikarenakan dengan masuknya produsen baru maka akan menambah atau menghasilkan kapasitas produksi tambahan yang lebih banyak. Kalau permintaan pasar meningkat maka kondisi ini tidak jadi masalah namun kalau kondisi permintaan pasar sedang menurun maka akan terjadi masalah dalam pasar.
     
      Ancaman masuknya pesaing baru ini di tentukan oleh barriers to entry dan reaksi para pesaing ada di industri. Yang perlu diperhatikan dalam faktor pendatang baru adalah:
1.      Skala ekonomis: semakin tinggi tingkat produksi yang diperlukan untuk mencapai    skala ekonomi, semakin rendah ancaman dari pesaing baru
2.      Tingkat kesulitan untuk memahami teknologi dan ketrampilan khusus yang diperlukan        untuk memproduksi; semakin sulit maka semakin rendah ancaman dari pesaing baru
3.      Pengaruh pengalaman dan belajar (experience and learning effect) terhadap struktur biaya. Semakin tinggi pengaruh pengalaman dan belajar terhadap struktur biaya, maka semakin rendah ancaman pesaing baru
4.      Loyalitas dan preferensi konsumen terhadap merek tertentu
5.      Peraturan pemerintah: semakin banyak peraturan untuk mendirikan perusahaan maka semakin rendah ancaman dari pesaing baru
6.      Kebutuhan modal atau investasi: semakin besar investasi awal yang diperlukan maka semakin rendah pula ancaman dari pesaing baru

          2.7.2 Ancaman Produk Pengganti (Substitute)

            Perkembangan ilmu dan teknologi maka dewasa ini makin banyak produk yang peranannya dan manfaatnya dapat diganti, sebagai contoh: gula diganti dengan pemanis sintetis. Secara umum, ancaman produk pengganti adalah besar apabila harga produk pengganti tersebut lebih rendah dan atau mutu serta kemampuan kinerjanya sama atau lebih besar dari produk yang sudah ada. Untuk ancaman dari produk pengganti yang perlu diperhatikan adalah:
1.      Rasio harga dan kualitas produk pengganti (nilai di mata konsumen) melawan rasio harga dan kualitas produk yang dihasilkan. Semakin tinggi ‘nilai’nya, semakin tinggi ancamannya
2.      Loyalitas konsumen terhadap suatu merek tertentu: semakin loyal, semakin mahal ‘biaya’ untuk mengganti maka ancaman menjadi rendah

         
         
          2.7.3 Ancaman Pemasok (Supplier)

            Meningkatkan harga dan mengurangi mutu produk yang dijual adalah cara potensial yang dapat dilakukan oleh pemasok untuk mendapatkan kekuatan terhadap perusahaan yang bersaing dalam suatu industri. Pemasok mempunyai kekuatan apabila kondisi seperti ini:
1.      Didominasi oleh sejumlah kecil perusahaan besar dan lebih terkonsentrasi daripada industri yang menjadi pembeli
2.      Tidak tersedianya produk pengganti yang berkualitas atau berharga sama
3.      Pembeli bukan sebagai konsumen penting bagi pemasok
4.      Produk pemasok merupakan komponen penting bahkan terpenting bagi pembeli dll
Yang perlu diperhatikan disini adalah:
1.      Bargaining power pemasok menjadi rendah apabila bahan yang bisa diperoleh di pasar dengan mudah (bahan merupakan standard commodity product)
2.      Bargaining power pemasok menjadi lemah jika industri yang mereka pasok merupakan captive supplier
3.      Bargaining power pemasok menjadi tinggi apabila bahan yang diberikan mempunyai kualitas dan harga yang lebih baik apabila bahan tersebut dibuat sendiri oleh industri.

         

          2.7.4 Ancaman Pembeli (Buyer)

            Yang paling sering ada dalam benak seorang pembeli adalah membeli suatu produk yang mempunyai kualitas terbaik, mempunyai harga terendah serta kalau bisa mendapat pelayanan terbaik pula. Namun bagi industri tidak terlalu kuatir bila produknya banyak diharapkan dan diminati pembeli, seperti yang terjadi pada industri rokok dimana produk rokok setiap hari terjadi peningkatan. Yang perlu diperhatikan disini adalah:
1.      Jika pembeli cukup besar dan membeli sebagian besar produk yang dihasilkan oleh suatu industri, maka bargaining power pembeli menjadi cukup tinggi
2.      Jika ‘biaya’ yang ditanggung oleh pembeli untuk ganti merek rendah, maka mereka akan mempunyai bargaining power yang tinggi
3.      Pembelian dalam jumlah yang besar (setiap transaksi) juga akan mempengaruhi bargaining power pembeli
      
         
          2.7.5 Persaingan antar Perusahaan (Rivalry Among Existing Firm)

            Perebutan pangsa pasar atau pembeli merupakan suatu kegiatan bahkan suatu tujuan dari organisasi, maka antar perusahaan itu sendiri akan terjadi suatu kondisi yang tegang karena mereka akan berusaha dengan segenap pikiran dan cara untuk memperoleh pangsa pasar yang lebih banyak dan mempertahankan pangsa pasarnya. Yang diperhatikan disini adalah:
1.      Semakin banyak jumlah perusahaan dan semakin sama size mereka, maka persaingan antar perusahaan akan semakin tinggi
2.      Pertumbuhan permintaan yang rendah tentu akan meningkatkan persaingan
3.      Jika ‘biaya’ berganti merek yang ditanggung oleh pembeli atau konsumen adalah rendah maka persaingan akan menjadi tinggi
4.      Persaingan akan semakin ketat jika untuk keluar dari industri tersebut membutuhkan biaya yang lebih besar daripada tetap berada dalam industri tersebut
5.      Intensitas persaingan akan meningkat jika ada perusahaan di luar industri yang membeli perusahaan yang lemah dalam industri dan melakukan strategi moves besar-besaran.
















BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan
            Dari hasil makalah yang saya buat, menyimpulkan bahwa produk yang di buat harus mengikuti perkembangan teknologi yang mendunia, tanpa teknologi pekerjaan akan terasa lambat dan kurang effisien, maka dari kualitas produk akan meningkat dengan adanya teknologi modern, persaingan di dunia perusahaan akan semakin pesat tentunya dalam bidang teknologi dari tahun ke tahun.

3.2 Saran
            Jika pesaing kita menambah produk yang lebih menarik konsumen. Maka kita harus mengikuti perkembangan teknologi yang di pakai dan juga sumber daya manusianya. Teknologi sangat ampuh untuk mengikuti perkembangan dunia usaha.













DAFTAR PUSTAKA
1.                  http://id.wikipedia.org/wiki/Mi_instan di unduh tanggal 16 oktober 2013
2.                  http://firdasarasati.blogspot.com/2010/10/ancaman-ancaman-persaingan.html di      unduh tanggal 16 oktober 2013
3.                  http://swa.co.id/listed-articles/saling-sikut-mi-murah di         unduh tanggal 16 oktober       2013
4.                  http://heropurba.blogspot.com/2009/08/solusi-bagaimana-persaingan-pasar.html di unduh tanggal 16 oktober 2013